Kamis, 02 Juli 2009

so may things has canged...

aduh, luama buanget ngga curhat di sini...
alesannya sudah pasti bukan karena sibuk...karena cuma diem di rumah, sih..hehehe
padahal banyak banget yang pengen diceritakan...terutama seputar kehidupan setelah menikah...yang penuh dengan kelucuan, kebahagiaan, kekonyolan, dan beberapa ketegangan karena berantem 24 jam sama suami...hahaha
iya, deh...biasanya kalo lagi berantem hebat, suka terpotong dengan keharusan pulang ke rumah masing-masing, sampe kadang-kadang amarahnya jadi reda sendiri.
tapi karena udah tinggal bersama, serumah, seatap, meeh...ketemu lagi ketemu lagi, deh... =))
cara baikannya pun jadi berbeda dari jaman pacaran dulu...jarang pake kata maaf yang diucapkan secara lisan, tapi melalui kontak mata, senggolan waktu ketemu di tangga, atau ngga sengaja bersentuhan kaki di tempat tidur...hehehe...jadi bodor banget pokoknya.
setelah menikah, saya dan Subhan malah makin childish dan manja terhadap satu sama lain...in a funny way...
misalnya, now i love playing cute when i talk to him, and so does him...bikin kami terdengar kayak dua anak balita yang lagi belajar bercakap-cakap... ;p
tampak bodoh, sih, sudah pasti...
asisten rumah tangga yang menemani kami sehari-hari suka tersenyum dikulum kalau tak sengaja mendengar kata-kata cadel dari mulut kami berdua.
tapi, saya ngga malu, tuh...si suami juga, karena kami lagi seneng-senengnya saling mengenal lebih dalam dan menikmati masa-masa awal pernikahan yang, Alhamdulillah, sangat menyenangkan...dan semoga selanjutnya terus begini sampai akhir...
Amiiin, ya Allah...

Nanti saya akan lebih rajin curhat, biar banyak memori yang ngga terlupakan begitu saja, insha Allah.
Sekarang saya harus permisi ke dapur dulu...mau masak...tadi siang udah belanja ke Asia Plaza, sekarang waktunya bikin sesuatu untuk dimakan sama suami sore nanti...hehehe
Eh, beneran, lho...sekarang saya udah bisa masak.
Pencapaian saya sejauh ini adalah ayam goreng bumbu kuning, ayam bakar, bistik sapi, sup ayam, sayur lodeh, dan sayur bayam...plus tempe dan tahu goreng...^_^
Not bad for a girl who used to claim herself as a non-cooker, eh? ;p

adieu...

Minggu, 24 Mei 2009

I Am

Married, now...
hehehe

Jumat, 22 Mei 2009

well...

this is my very last day as a single girl...
Ya Allah, lancarkanlah niat kami...
Amiiin...

Minggu, 12 April 2009

Masih berhubungan dengan postingan sebelumnya. Soal pernikahan saya dan kesehatan papa. Jum’at, 10 April kemarin, keluarga saya yang diwakili kakak, dan keluarga Subhan mengadakan rapat panitia di Tasikmalaya, bersama pihak dari EO pernikahan kami dan beberapa kerabat. Perbincangan dan diskusi mereka tidak hanya meliputi teknis pelaksanaan pernikahan, tetapi juga kesehatan papa saya. Beberapa dari mereka mengusulkan supaya akad nikah kami dimajukan saja, tidak perlu menunggu resepsi yang dijadwalkan pada 23 Mei mendatang. Maka, muncullah wacana untuk mengadakan akad nikah di hadapan papa saya, dalam satu atau dua minggu ke depan, di rumah sakit Advent.
Hmm…saya sih senang kalo dimajukan. Karena, berarti saya bisa segera berdua-selalu-seterusnya sama Subhan, yang merupakan keinginan terbesar saya. Tapi, entah, sepertinya mental saya terlanjur menyiapkan 23 Mei sebagai hari “pelepasan” itu, bukan sebuah tanggal random di bulan April. Lagipula, setelah akad nikah itu, tentunya saya harus segera ikut Subhan untuk tinggal di Tasik. Padahal, saya belum membereskan kost-kostan, menyiapkan barang-barang yang akan saya bawa dan tinggalkan. Belum merapikan urusan ini dan itu juga. Hmm….bingung, ya? Tadi saya SMS teman, Annisa, untuk curhat. Dia menjawab, “Wah, kalo emang jalannya harus begitu, ya diterima aja, toh, ngga ada jeleknya. Walopun agak-agak kayak cerita sinetron, ya, Ma…?” Begitu katanya…hehehe…
Lalu pikiran saya lari kepada kebaya dan beskap yang sudah dipesan untuk acara akad. Apakah pakaian itu jadi ngga terpakai nantinya? Lalu kakak saya nelpon dan mengatakan kalau kebaya dan beskap itu tetap bisa dikenakan untuk upacara penyambutan pengantin laki-laki dan beberapa ritual adat. Saya sekalian menanyakan paket siraman yang sudah terlanjur diambil. Tak terbayang rasanya nanti, kalau saya harus tetap siraman sehari sebelum resepsi meskipun saat itu saya sudah menikah…hehehe…aneh, pastinya. Ngga akan terasa sakral dan sedih lagi. Lagi-lagi kakak saya sudah punya jawaban yang merupakan hasil diskusinya dengan pihak EO. Yaitu, ritual tersebut dibatalkan sama sekali atau tetap diadakan sehari sebelum saya akad nikah di bulan ini. Hah? Saya bengong lagi. Gimana caranya? Siraman biasanya diadakan di rumah calon pengantin wanita, ditemani ayah dan ibu serta saudara-saudara. Rumah saya di Tasik, dan mama papa saya di Bandung, di rumah sakit. Ah, bingung.
Saya ingin sekali diskusi lagi Subhan. Terutama untuk masalah kesiapan kami berdua. Karena kami sama-sama kaget dengan usulan dari keluarga ini. Sayangnya, saya harus menunggu sampe sore, karena sekarang Subhan lagi kuliah. Mungkin nanti sore baru bisa ngobrol, di perjalanan menengok papa ke rumah sakit, atau sesudahnya.

Jumat, 10 April 2009

so little...so much...

Well...Entah apa maksud judul di atas. Mungkin sekadar mengungkapkan kesempitan yang sedang saya rasakan.
Ehm, bukan kesempitan baju, sih. Well, that's a problem too...Hehe
Tapi yang saya maksud adalah kesempitan di dalam hati.
Dalam 3 minggu terakhir, banyak yang terjadi. Yang paling menghentak adalah masuknya kembali papa saya ke Rumah Sakit Advent di Bandung sini sejak 23 Maret lalu. Ini adalah anvaal-nya yang terparah. Papa susah bernapas, prostatnya memburuk, gula darah naik, dan stroke-nya sudah menyerang area tenggorokan, pita suara, selain kedua kaki dan tangan kiri.
Akibatnya, papa ngga bisa menelan makanan atau air, sulit bicara, sampai kemudian suaranya hilang sama sekali.
Di Advent, papah dipasangi selang makanan, oksigen, dan infus. Tangan kanannya diikat karena selalu berusaha melepaskan selang makanan yang terpasang dari hidung hingga ke lambung.
Dari hasil pemeriksaan dahak yang menghambat napasnya, diketahui bahwa paru-paru papa kena infeksi, sebagai akibat berbaring terlalu lama. Menurut dokter paru-paru, hal tersebut selalu terjadi pada penderita sakit yang terpaksa berbaring dalam jangka waktu panjang.
Karena dahak yang diakibatkan oleh infeksi terus menyulitkan pernapasan, meski sudah diberi terapi uap dan penyedotan, dokter menyarankan operasi untuk membuat lubang saluran napas di leher bagian depan. Kami sekeluarga setuju, walaupun mama sudah lelah dan ingin merawat papa di rumah saja. Kondisi kesehatan mama pun ikut menurun karena terus-menerus nemenin papa yang ngga mau lepas dari beliau.
Setelah operasi, papa ditempatkan di Health Control Unit (HCU), sejenis ICU, dan hanya bisa dijenguk dua kali dalam sehari, masing2 selama 2 jam. Ngga tega banget ngeliatnya...Papa tampak amat lemah dan putus asa, bosan, letih. Bermacam ekspresi bercampur di wajahnya. 7 tahun sudah berlalu sejak serangan stroke-nya yang pertama, dan sekarang penyakit-penyakit itu telah membuat papa saya yang semula gagah menjadi kisut. Beliau kurus sekali. Tulang-tulangnya bertonjolan, kulitnya keriput dan pucat. Papa terlihat 10 tahun lebih tua. Padahal umurnya baru 53.
Saya jadi ingat, dulu papa bugar, gagah, gemar olahraga, dan sangat aktif, baik di kantor atau di organisasi masyarakat di lingkungan rumah. Namun pola makannya memang tidak sehat. Beliau suka sekali sate kambing, jerohan, dan duren. 30 tusuk sate kambing bisa dihabiskannya dalam satu kali santap. Kalau beli duren pun, hingga bagasi mobil penuh...Untuk persedian di rumah.
Sekarang, semuanya berbalik menyerang papa. Dan entah sampai kapan beliau harus dirawat seperti ini.
Bulan depan saya akan menikah. Ingin sekali papa bisa jadi wali saya. Meskipun keluarga menawari untuk memajukan akad nikah di bulan ini, di hadapan papa di rumah sakit, saya tidak mau. Somehow, i believe, or hoping -to be exact, that he will be able to wake up again, sit on his wheel chair to watch my wedding, and be a part of it...

Oya, 28 Maret kemarin, saya berulang tahun ke-25, 1 April adalah 1st anniversary saya dan Subhan, sementara 8 April giliran Subhan beralih ke usia 25. Begitu banyak yang terjadi.

Have a nice day everyday... ^_^

Senin, 09 Maret 2009

yaaaaay....!!

Hari Minggu kemarin saya udah pemotretan prewedd sama bebek di rumah/gallery pelukis Wanda Katam...
Tinggal nunggu foto-foto pilihan dari Bobby The Photographer untuk dipajang di undangan dan gedung...
Mudah-mudahan bagus yaaa.....soalnya itu pemotretan bikin capeeeeeek banget!!
Saya make-up di Oey Maher dari jam 7.30 pagi sampe jam 8.30..lalu langsung pemotretan...ganti-ganti baju beberapa kali...ditambah hujan-hujanan karena harus foto outdoor hari itu juga meskipun hujan ngga berhenti turun dari siang sampe malem...
Akhirnya...jam 7 malem, photo session dihentikan..hehehe...
abis itu saya beres-beres baju...mandi...minum teh panas...sambil nungguin bebek yang sukses ketiduran sampe ngorok...
jam 9 malem berangkat ke rumah bebek...mampir dulu makan sate di Antapani, karena si bebek yang naru bangun tidur kelaperan...and well...me too...hihi
Habis makan lanjut pulang...terus tiduuuuuur....sampe Subuh berikutnya.... :((
Tadi pagi sampe siang puter-puter survey undangan...dan kemudian siap-siap ke Tasik bersama bebek....

Rabu, 04 Maret 2009

aduuuuw......

the whole wedding thingies bikin aku migren berkepanjangaaaaaaann...........

huuuuuuuuuuuuuhhhhhhhhhhhhhhhh......................!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

yang mau kawin siapa, yang riweuh siapa....................!!!!!!!!!!!!!!!!!

huaaaaaaaa..............................................!!!!!!!!!!!!!!!!!!!